psiyogyakarta.or.id/ – Ketua Komite Teater dan Film Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS) Amir Syarifuddin Koboy inisiasi pementasan drama teater "Bintang Pudar di Gelap Pantai".
Drama ini menggambarkan kehidupan sosial masyarakat pesisir di Lampung Selatan pasca bencana Tsunami.
Menurut Amir Syarifudin, yang juga menyutradarai drama tersebut mengatakan, Lampung Selatan memiliki kekayaan budaya. Hal ini tentu menjadi modal utama untuk menjadi inspirasi dalam berkesenian.
Pria yang akrab disapa Mas Amir Koboy ini mengatakan, realita kehidupan masyarakat pinggiran adalah sesuatu yang menarik untuk ditulis. Terlebih masyarakat pinggiran dengan segala bentuk masalah yang dihadapi sehari-hari.
Ia menyebutkan, konflik utama para tokoh dalam naskah drama tersebut merupakan sebuah konflik yang lumrah terjadi pada setiap manusia. Seperti masalah percintaan dan ekonomi.
Menurutnya, konflik lain dalam naskah drama tersebut hanyalah untuk menambah kuat konflik utama.
Sementara pengunaan bahasa dalam naskah itu menurutnya terbilang sangat sederhana. Dengan gaya ceplas-ceplos dan sedikit tambahan bahasa lokal serta mengambil istilah-istilah yang biasa digunakan oleh komunitas nelayan kecil.
Persiapan pementasan naskah drama ini, memerlukan waktu lima bulan. Memulai dari bedah naskah, observasi.
Ia mengungkapkan, di Kalianda, Lampung Selatan sangat minim dijumpai sebuah grub atau kelompok teater yang benar-benar eksis.
"Refrensi aktor yang baik di Lampung Selatan sangatlah terbatas. Hal ini menjadi kendala utama dan saya alami itu sebagai sutradara," ujarnya kepada psiyogyakarta.or.id/, Selasa (10/10/2023).
Tak hanya itu, proses pementasan ini pun diwarnai oleh gonta-ganti aktor sebanyak tiga kali. Menurutnya anak muda cenderung menganggap seni teater adalah sesuatu yang remeh dan tak menarik. Belum lagi, crew produksi dan crew artistik yang belum memiliki pengalaman.
Ia mengatakan, pihaknya bersyukur akhirnya "Bintang Pudar Di Gelap Pantai" dapat menemukan panggungnya, ditempat naskah ini ditulis. Ia menilai, antusias penonton pementasan ini melebihi ekspektasi.
"Kami berharap, dengan pementasan ini, menjadi langkah awal untuk pementasan-pementasan selanjutnya dan melahirkan kelompok teater yang lebih baik dan banyak lagi," ujarnya.
Ia turut menyampaikan rasa terima kasih untuk semua pihak yang membantu. Seperti pengurus DKLS, Bupati, Pemda, PMII Lamsel, Sanggar SMKN 1 Ketapang.
Diketahui, pementasan drama teater ini telah dilakukan sebanyak dua kali bertempat di Aula Rimau kompleks perkantoran Pemda Lampung Selatan.
Sementara pihak yang terlibat diantaranya, Sanggar Seni Gerilya Sidomulyo dan Sanggar Seni SMKN 1 Ketapang dan PC PMII Lamsel bertugas sebagai team produksi. (rls/san)





Leave a Reply